Heboh Pemerintah Bakal Larang Mitra Ojek Online Kasih Diskon
 

Heboh Pemerintah Bakal Larang Mitra Ojek Online Kasih Diskon

Poin Ekstra

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dikabarkan bakal membuat peraturan baru yang cukup mengejutkan netizen. Peraturan baru tersebut adalah larangan perusahaan transportasi online, untuk memberikan diskon kepada para pelanggan. Tentunya hal ini diputuskan bukan tanpa alasan, mereka hanya ingin menjaga persaingan usaha yang sehat antara kompetitor. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sekarang ini perusahaan transportasi online memang sudah tidak memberikan diskon tarif secara langsung.

Image result for Budi Karya Sumadigoogle.com

Tapi, mitra perusahaan transportasi online menyediakan jasa pembayaran elektronik masih memberikan diskon kepada pelanggan, seperti OVO yang menawarkan diskon untuk Grabbike. "[Yang akan dilarang] Diskon langsung maupun tidak langsung. Diskon langsung relatif tidak ada, yang ada diskon yang relatif tidak langsung, yang diberikan oleh patner-patnernya," kata Budi, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin. Menurut Budi, tarif transportasi online harus mempertimbagkan kesetaraan dan keseimbangan sehingga bisa menjalankan prinsip tersebut.

Image result for ojek onlinegoogle.com

"Saya sampaikan bahwa yang namanya tarif online itu harus equilibrium, harus quality" ungkap Budi. Yang dimaksud equalilibrium atau keseimbangan adalah tidak ada diskon bagi pengguna transportasi online, baik secara langsung atau tidak langsung. Dengan begitu, persaingan menjadi murni soal kualitas layanan. Budi menjelaskan pengaturan promo dan diskon oleh aplikator memang perlu dilakukan, sehingga tidak ada perang harga antara aplikator.

"Kami ingin para aplikator ini tidak melakukan satu diskon langsung maupun tidak langsung, sehingga perang harga. Karena itu diatur," katanya. Fyi, para kompetitor pun telah menetapkan tarif baru yang telah berjalan hampir satu bulan lamanya, setelah resmi berlaku pada 1 Mei 2019 lalu. Tarif yang ditetapkan pastinya masih berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019, dan berlaku di lima kota besar yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Makassar.

Image result for ojek onlinegoogle.com

Head of Publik Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno mengatakan kalau sejak adanya kenaikan tersebut, pendapatan para pengemudi atau driver juga ikut terdongkrak hingga 30 persen. "Jadi kalau kita lihat dari sisi kami, di wilayah yang Jakarta saja ada kenaikan 25 sampai 30 persen pendapatan pengemudi karena kenaikannya memang lumayan, cukup lumayan. Jadi ada kenaikan," katanya. Ia mengakui kenaikan tarif membuat orderan menurun meski angkanya tidak signifikan.

"Memang ada beberapa masukan dari penumpang tapi bagi kita masih dalam taraf wajar dan kebanyakan juga mengerti bahwa sudah waktunya untuk pengemudi di ojek online itu mendapatkan ada kenaikan lah," ujarnya. Tri juga menjelaskan penurunan jumlah penumpang merupakan siklus tahunan sebab pertepatan dengan bulan suci ramadhan. "Kalau penurunan itu biasa, dalam arti mendekati Ramadan itu di bulan puasa memang terjadi perubahan pola pergerakan penumpang. Jadi biasanya tahun-tahun kemarin pun masuk bulan puasa terjadi penurunan, itu wajar, dengan adanya ini pun kita lihat juga sama jadi masih dalam batas batas normal," ungkapnya.

Image result for ojek online dan dishubgoogle.com

Maka dari itu, ia mengaku tidak mengetahui persis angka penurunan jumlah penumpang dari ojek online. Tapi kondisinya dipastikan sama dengan periode tahun lalu, dipastikan setelah lebaran jumlahnya akan naik kembali karena aktivitas para pelanggan. Tri menyebutkan kalau penurunan dengan tahun lalu kurang lebih sama, itu berarti tidak ada penurunan atau kenaikan yang signifikan.

Untuk Grab sendiri mendukung penuh kebijakan mengenai aturan tarif tersebut, karena peraturan ini sudah melalui proses yang panjang serta banyak pertimbangan. Sayangnya, hal ini enggak melulu menuai dukungan penuh dari berbagai kalangan. Pastinya memunculkan pro dan kontra bagi sebagian netizen, ada yang setuju ada pula yang kurang setuju dengan keputusan dari Kementerian Perhubungan ini.

So, buat kalian yang merupakan pelanggan setia ojek online, kira-kira setuju enggak nih sama keputusan diatas?

 

Poin Ekstra

Artikel ini dibuat oleh tim Playworld Indonesia

Andina BP
11 Jun 2019

2 Poin Ekstra

  1. Pastikan sudah login
  2. Tulis komentar dengan minimal terdiri dari 50 kata
  3. Poin hanya diberikan 1 kali untuk 1 User per 1 Artikel
  4. Seluruh komentar dimoderasi oleh tim Playworld ID dan bisa dihapus dan akan mengurangi total POIN jika komentar mengandung konten SARA, atau tidak sesuai dengan artikel yang dibaca
  5. Hanya user dengan keanggotaan VIP yang bisa memberikan komentar.




Extra POIN +2
Kamu mendapat tambahan POIN karena telah memberikan KOMENTAR
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
POIN Ekstra : +2

!
Pastikan selalu men-share dalam mode PUBLIC, jika tidak team PLAYWORLD.ID berhak untuk mendiskualifikasi kemenangan kamu.