Atlit Panjat Tebing Indonesia yang Mendunia
 

Atlit Panjat Tebing Indonesia yang Mendunia

Poin Ekstra

Beberapa tahun lalu, kita pernah disuguhkan petualangan menakjubkan dari tebing curam Himalaya lewat film berjudul Vertical Limit. Film ini bercerita tentang aksi heroik seorang ayah yang mengorbankan hidupnya demi menyelamatkan nyawa anaknya saat memanjat tebing pengunung es yang curam.

Film ini cukup menunjukan betapa hebatnya kemampuan pemanjat tebing dunia. Mereka berani menantang maut dengan cara yang ekstrim. Tapi bukan berarti gak ada atlit panjat tebing Indonesia yang bisa beraksi di dunia panjat tebing internasional loh. Soalnya kita juga punya “spiderman” yang pernah dan akan mengibarkan bendera merah di berbagai ajang dunia. Mereka adalah ;

Agung Etty Hendrawati

Gambar diambil dan diolah dari berbagai sumber

Hijaber-nya panjat tebing Indonesia ini pernah melambungkan namanya di puncak pada ajang panjat tebing yang berlangsung pada 18-19 Agustus 2000 di Amerika. Di turnamen yang digelar oleh ESPN ini, Etty masuk dalam kategori speed climbing dengan prestasi sebagai juara setelah berhasil memanjat dinding setinggi 18 meter dengan catatan waktu 17,39 detik!

Rindi Sufriyanto

Gambar diambil dan diolah dari berbagai sumber

Atlit panjat tebing di nomor speed perorangan putra ini berhasil menjadi kampiun di ajang ASIAN Championsip 2012. Sebagai juara, Rindi pun diundang untuk bertanding di kompetisi dunia World Game di Cali, Kolombia di tahun berikutnya sebagai perwakilan Asia.
Rindi S (Putih)

Tim PON Jatim

Gambar diambil dan diolah dari berbagai sumber

Di ajang IFSC Sport Climbing Worldcup 2016, China, atlit panjat tebing Indonesia kembali mampu berbicara banyak. Mereka adalah atlit yang diproyeksikan untuk PON sebagai perwakilan Jawa Timur. Disini tiga atlit pria berhasil masuk ke perempat final. Mereka adalah Pandu Galar di posisi 11 (6'51), Yulianto Abudzar di peringkat 13 (6'82), dan Sufriyanto Rindi yang cuma tertinggal 1 tingkat dari Yuli (6'93).

Berikutnya, Indonesia juga bakal menaiki tebing-tebing dunia melalui bakat yang dimiliki Aprian Arun, Adiyono, Hendri Julian, dan Muhammad Raydi Koto dari pecinta Alam Trisakti, Aranyacala, dalam sebuah proyek bernama Indonesia Bigwall Project. Berbeda dengan tiga atlit sebelumnya yang berlaga di kompetisi panjat tebing, para anggota Aranyacala ini sedang mencoba menaklukan gunung-gunung tertinggi di dunia seperti Mt. Aiquille de Dru (Petit Dru) di Chamonix, Perancis Mt. Stetind Wall, Norwegia Utara, dan yang terakhir di Mt. Ketil Fjeld di Greenland Selatan, Denmark mulai tanggal 5 Juni- 6 Juli 2016. Proyek ini akan berlangsung sampai 2017 di gunung-gunung tinggi lainnya.

Gimana? Bangga kan? Kamu tertarik gak menjadi atlit panjat tebing dan naik ke gunung-gunung tinggi di dunia? Atau pernah melakukan aksi panjat tebing di kampus sampai ke gunung? Kalau pernah, share dong pengalaman kamu menaiki tebing yang curam itu.

Poin Ekstra

Artikel ini dibuat oleh tim Playworld Indonesia

Melynda NA
15 Jun 2016

2 Poin Ekstra

  1. Pastikan sudah login
  2. Tulis komentar dengan minimal terdiri dari 50 kata
  3. Poin hanya diberikan 1 kali untuk 1 User per 1 Artikel
  4. Seluruh komentar dimoderasi oleh tim Playworld ID dan bisa dihapus dan akan mengurangi total POIN jika komentar mengandung konten SARA, atau tidak sesuai dengan artikel yang dibaca
  5. Hanya user dengan keanggotaan VIP yang bisa memberikan komentar.




Extra POIN +2
Kamu mendapat tambahan POIN karena telah memberikan KOMENTAR
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
POIN Ekstra : +2

!
Pastikan selalu men-share dalam mode PUBLIC, jika tidak team PLAYWORLD.ID berhak untuk mendiskualifikasi kemenangan kamu.