Resah Iuran BPJS Naik dan Mencekik, Begini Solusi Cerdas Dari Netizen
 

Resah Iuran BPJS Naik dan Mencekik, Begini Solusi Cerdas Dari Netizen

BPJS Kesehatan/ Foto: Limawaktu.id

Poin Ekstra

Berita menyedihkan terkait BPJS muncul dengan adanya pernyataan dari Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris. Ia mengatakan akan memberlakuan sanksi demi meningkatkan kolektabilitas iuran peserta BPJS Kesehatan. Salah satu akun twitter bernama @PartaiSocmed yang merasa keberatan mengungkapkan pikiran positifnya terkait jalan keluar yang sebaiknya dilakukan oleh Pemerintah. Sebagai perwakilan Netizen, bagaimana tanggapannya?

Untuk mengatasi defisit BPJS, perlu kesadaran tentang hukum bisnis yang paling sederhana, yaitu HASIL sama dengan PENDAPATAN dikurangi PENGELUARAN. Jika pendapatan lebih tinggi dari pengeluaran maka hasilnya adalah laba. Jika pengeluaran lebih tinggi dari pendapatan maka hasilnya adalah rugi. Dari hukum tersebut maka dapat diperoleh laba dengan dua cara, pertama dengan meningkatkan pendapatan, dan kedua dengan menurunkan pengeluaran. Pendapatan utama BPJS adalah dari iuran peserta. Untuk meningkatkan pendapatan dari sektor iuran ini maka harus dicari duduk persoalannya, mengapa pendapatan dari iuran peserta tidak maksimal?

Hasil gambar untuk resah bpjsBPJS Kesehatan/ Foto: Okeinfo.net

Faktanya, iuran yang tidak masimal tersebut bukan berasal dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), yaitu golongan tidak mampu yang dibiayai pemerintah, tetapi justru dari peserta yang membayar secara mandiri maupun peserta yg dibayari perusahaan. Data pada tahun 2018 menunjukkan dari segmen PBI surplus 3,21 T, sementara dari PBPU atau pekerja informal minus 13,83 T, kemudian dari segmen bukan pekerja minus 4,39 T, dan dari segmen PPU minus 1,44 T. Berdasarkan data tersebut bisa disimpulkan bahwa sumber defisit BPJS berasal dari segmen peserta mandiri maupun segmen pekerja, sedangkan untuk golongan tidak mampu yang dibayari oleh negara justru surplus.

Tantangan selanjutnya adalah bagaimana membangun sistem yang mendidik peserta agar tidak lagi membayar BPJS ketika sakit saja, bagaimana agar peserta melihat BPJS sebagai kebutuhan, dan bagaimana BPJS menutup celah yg menimbulkan moral hazard di kalangan pesertanya sendiri.
Solusinya, BPJS seharusnya membuat aturan yang memblokir pelayanan anggota selama satu tahun jika tidak membayar iuran selama 3 bulan. Jadi ketika sakit dan melunasi tunggakannya, tidak serta merta membuat peserta berhak mendapat pelayanan BPJS. Setelah satu tahun terhitung sejak pelunasan tunggakannya barulah peserta berhak menggunakan layanan kesehatan BPJS kembali, sehingga diberlakukan punishment and rewards.

Hasil gambar untuk resah bpjs ketenagakerjaanBPJS Kesehatan/ Foto: Tstatic.net

Selanjutnya perlu juga ada benefit bagi peserta yang rajin membayar iuran. Saat ini bukan rahasia lagi bahwa pasien BPJS sering diperlakukan sebagai warga negara kelas 2. Ketika sakit sering dibilang kamar penuh, diminta naik kelas, ketika rawat inap baru 3 hari sudah disuruh pulang. Orang yang patuh membayar iuran BPJS tetapi diperlakukan tidak layak ketika sakit tentu akan muak dan merasa percuma membayar iuran secara rutin dan patuh jika tidak melihat benefit dari effortnya. Inilah salah satu yang membuat masyarakat malas membayar BPJS.

Pelayanan tidak pantas kepada pasien BPJS ini sesungguhnya bukan salah BPJS, melainkan pihak Faskes atau Rumah Sakit. Kesalahan BPJS adalah tidak memberikan sanksi tegas kepada mitranya yang melakukan kecurangan atau tidak memperlakukan pasien BPJS secara baik dan manusiawi. Untuk mengatasinya, BPJS harus sama tegasnya kepada mitra Faskes yang bermasalah seperti terhadap peserta yang menunggak dalam hal pembayaran iuran. Rumah Sakit yang tidak kooperatif harus di-skors kerjasamanya dengan BPJS dan jika terjadi pengulangan maka kerjasama diputus. Nah, dengan sanksi yang tegas pada peserta yang menunggak bayar dan peningkatan pelayanan pada peserta yang rajin bayar maka masyarakat akan melihat BPJS sebagai kebutuhan. Dampaknya, kepatuhan bayar peserta dijamin akan meroket! 


 

Poin Ekstra

Artikel ini dibuat oleh tim Playworld Indonesia

Alfa Anggraini
05 Nov 2019

2 Poin Ekstra

  1. Pastikan sudah login
  2. Tulis komentar dengan minimal terdiri dari 50 kata
  3. Poin hanya diberikan 1 kali untuk 1 User per 1 Artikel
  4. Seluruh komentar dimoderasi oleh tim Playworld ID dan bisa dihapus dan akan mengurangi total POIN jika komentar mengandung konten SARA, atau tidak sesuai dengan artikel yang dibaca
  5. Hanya user dengan keanggotaan VIP yang bisa memberikan komentar.




Extra POIN +2
Kamu mendapat tambahan POIN karena telah memberikan KOMENTAR
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
POIN Ekstra : +2

!
Pastikan selalu men-share dalam mode PUBLIC, jika tidak team PLAYWORLD.ID berhak untuk mendiskualifikasi kemenangan kamu.