Aksi 'Nempel di Kap Mesin' Brigadir Natan diapresiasi Kapolrestabes Bandung
 

Aksi 'Nempel di Kap Mesin' Brigadir Natan diapresiasi Kapolrestabes Bandung

Poin Ekstra

Masih ingat dengan aksi 'heroik' Brigadir Natan Dors yang viral di media sosial? Kini beliau kembali hadir membawa kabar baik, ia baru saja memenuhi undangan ke Mapolrestabes Bandung pada Jumat, 26 Juli 2019 untuk menerima apresiasi dari pimpinan anggota satuan lalu lintas Polsek Cicendo. Pengharagaan tersebut diterima karena dirinya sukses menghentikan mobil yang melaju, setelah melanggar traffic light di Jalan Pasir Kaliki.

Video berdurasi 10 detik yang viral di media sosial itu memperlihatkan pengorbanan Brigadir Natan. Ketika tengah bertugas di Jalan Pasar Kaliki, Brigadir Natan menilang mobil Daihatsu Sirion bernomor polisi B 1980 PRF yang melanggar lalu lintas. Tapi ternyata, mobil tersebut malah nekat menyeruduk dan Brigadir Natan ikut terseret karena tubuhnya menempel di kap mesin. Beruntung ia tidak mengalami luka saat kejadian berlangsung, karena kalau dilihat dari videonya, aksi Brigadir Natan demi menghentikan mobil tersebut memang sangat ekstrem dan membahayakan.

Alhasil, Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Irman Sugema, mengatakan apresiasi terhadap kinerja Brigadir Natana. Ia dianggap sudah melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP) tilang dengan tepat. Menurut Irman, Brigadir Natan telah melaksanakan tugasnya sesuai kode etik. Secara kebetulan, Polretabes Bandung sedang menggelar kegiatan olahraga bersama dalam rangka konsolidasi sinergitas tiga pilar pasca Pemilu 2019. Natan dalam kesempatan itu diberi sepeda. Irman juga berpesan kepada masyarakat agar tertib dalam berlalu lintas. Masyarakat pengguna jalan harus saling menghargai dan menghormati berlalu lintas demi keselamatan. Adapun terkait SOP penilangan, menurut dia, tetap akan dievaluasi. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Image result for brigadir natangoogle.com

Fyi, Pengemudi mobil dengan nomor polisi B 1980 PRF yang menyeret Brigadir Natan Doris di atas kap mobil hingga 100 meter, adalah warga Jakarta yang berstatus mahasiswa S2 di salah satu universitas di Bandung. Pemuda berusia 24 tahun itu ternyata pernah melakukan pelanggaran lalu lintas pada 24 Februari 2017 dan telah menjalani sidang pada 3 Maret 2017 lalu. Terkait kejadian di Jalan Pasarkaliki, Kecamatan Cicendo itu, ia telah mendapat tindakan hukum dari Brigadir Natan. Sementara itu, Trunoyudho menjelaskan, Brigadir Natan Doris E.S merupakan anggota satuan Unit Lantas Polsek Cicendo, Polrestabes Bandung.

Image result for brigadir natangoogle.com

Saat kejadian berlangsung, Brigadir Natan sedang bertugas di Pos Lantas Rajiman bersama Aipda Deni Risdiana. Sebelum mobil tersebut menyeret Brigadir Natan, Aipda Deni terlebih dahulu mencoba menghentikan mobil tersebut. Setelah melihat Brigadir Natan tetap bertahan di atas kap mobil, pengemudi menghentikan laju kendaraannya. Menurut infromasi, pengemudi mobil warna hitam akan menjalani sidang pada 9 Agustus 2019 di Pengadilan Negeri Bandung.  Natan mengatakan, dia sangat bersyukur kondisi arus lalu lintas di depan mobil tersebut tersendat akibat lampu lalu lintas. Natan mengaku tak memikirkan rasa takut saat berada di atas kap mesin mobil, pikirannya hanya ingin mobil berhenti dan ditindak. Selain itu, pengguna jalan diharapkan bisa lebih disiplin dalam berlalu lintas, agar kejadian serupa tidak terulang.

Image result for brigadir natangoogle.com

Bicara soal tilang menilang, peristiwa yang satu ini memang paling ditakuti pengandara lalu lintas. Bukti pelanggaran disingkat tilang adalah denda yang dikenakan oleh Polisi kepada pengguna jalan yang melanggar peraturan. Polisi yang memberhentikan pelanggar wajib menyapa dengan sopan serta menunjukan jati diri dengan jelas. Polisi harus menerangkan dengan jelas kepada pelanggar apa kesalahan yang terjadi, pasal berapa yang telah dilanggar dan tabel berisi jumlah denda yang harus dibayar oleh pelanggar. Pelanggar dapat memilih untuk menerima kesalahan dan memilih untuk menerima slip biru, kemudian membayar denda di BRI tempat kejadian dan mengambil dokumen yang ditahan di Polsek tempat kejadian, atau menolak kesalahan yang didakwakan dan meminta sidang pengadilan serta menerima slip merah.

Pengadilan kemudian yang akan memutuskan apakah pelanggar bersalah atau tidak, dengan mendengarkan keterangan dari polisi bersangkutan dan pelanggar dalam persidangan di kehakiman setempat, pada waktu yang telah ditentukan (biasanya 5 sampai 10 hari kerja dari tanggal pelanggaran). So, biar enggak kena tilang dan melakukan prosedur yang terbilang sedikit ribet, ayo kita patuhi peraturan lalu lintas dengan tertib!

Poin Ekstra

Artikel ini dibuat oleh tim Playworld Indonesia

Andina BP
26 Jul 2019

2 Poin Ekstra

  1. Pastikan sudah login
  2. Tulis komentar dengan minimal terdiri dari 50 kata
  3. Poin hanya diberikan 1 kali untuk 1 User per 1 Artikel
  4. Seluruh komentar dimoderasi oleh tim Playworld ID dan bisa dihapus dan akan mengurangi total POIN jika komentar mengandung konten SARA, atau tidak sesuai dengan artikel yang dibaca
  5. Hanya user dengan keanggotaan VIP yang bisa memberikan komentar.




Extra POIN +2
Kamu mendapat tambahan POIN karena telah memberikan KOMENTAR
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
POIN Ekstra : +2

!
Pastikan selalu men-share dalam mode PUBLIC, jika tidak team PLAYWORLD.ID berhak untuk mendiskualifikasi kemenangan kamu.