Crop Circle Kediri, Wisata Edukasi Instagramable Baru di Jawa Timur!
 

Crop Circle Kediri, Wisata Edukasi Instagramable Baru di Jawa Timur!

Andina BP
12 Jun 2019
Poin Ekstra

Meskipun libur lebaran telah usai, tapi masih ada liburan sekolah yang bisa dinikmati oleh para pelajar. Bicara soal liburan, salah satu rekomendasi tempat wisata baru yang cocok untuk didatangi adalah "Crop Circle Kediri". Corp Circle adalah membentuk sawah atau ladang menjadi pola-pola tertentu yang menarik untuk dipandang mata. Biasanya hal ini dilakukan di ladang gandum atau sawah yang ditanami oleh padi. Di Kediri sendiri, Corp Circle berlokasi di Desa Kedung Malang, Papar, Kediri, Jawa Timur.

Image result for crop circle kedirigoogle.com

Sawah dan ladang dibentuk dengan unik sehingga terlihat sangat instagramable, apalagi kalau difoto menggunakan drone. Corp Circle Kediri ini merupakan besutan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, sang Gubernur berharap supaya ke depannya semakin banyak desa-desa wisata di Jawa Timur untuk menarik perhatian wisatawan dan meningkatkan perekonomian. Desa ini bukan cuma mengandalkan panorama alam, tapi juga mampu memadukan budaya dan kreativitas masyarakat setempat.

Melalui akun instagramnya, Khofifah menyebut kalau Crop Circle itu bukan kaleng-kaleng buatan masyarakat, tetapi merupakan wujud kreativitas penduduk setempat. "Crop Circle bukan kaleng-kaleng buatan masyarakat Desa Kedung Malang, Papar, Kediri, Jawa Timur. Buat yang penasaran, silahkan datang kesana sekaligus belajar pertanian," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah meyakini kalau kreativitas yang dibuat warga di desa mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. Crop Circle buatannya berdiri di atas lahan seluas 2,1 hektare di lokasi diatas. Tempat tersebut dibuat oleh kelompok tani (Poktan) setempat, Crop Circle ini dipilih karena dirasa bisa mengangkat pamor desa yang memiliki kekayaan sumber daya alam di bidang pertanian.

Awalnya lokasi tersebut akan dijadikan rest area karena termasuk lokasi strategis, tapi Kepala Desa Kedungmalang, Edi Sumitro mengatakan pihak desa bekerja sama dengan BPSB Jawa Timur, akhirnya disepakati membuat lokasi tersebut menjadi tempat wisata edukasi. "Di dalam wahana ini, kami akan memberikan edukasi mengenai pengenalan berbagai macam varietas tanaman, cara budidaya, potensi pasar dan lain sebagainya," tambahnya.

Image result for crop circle kedirigoogle.com

Disana terdapat sembilan varietas berbeda padi hibrida, 54 padi indbridda, 19 jagung hibrida, delapan varietas jagung manis, jagung pulut manis, jagung pulut ungu, delapan varietas kedelai sorgum, 19 varietas melon, 17 varietas mentimun dan enam varietas bawang merah. Selain itu, ada pula 17 varietas semangka, stroberi, 10 varietas cabai, sembilan tomat, 116 kacang panjang, enam buncis, terong, kubis sendok, sawi hijau, sawi sendok, bayam ungu, bayam hijau, bayam belang, okra, kemangi, labu botol, labu madu, labu Jepang, paria, oyong, bunga marigold, bunga celosia, bunga matahari dan bunga pacar air.

Bahkan kabarnya, warga setempat juga menyediakan tempat edukasi hewan ternak sapi dan kambing lho. Hal ini tentunya bakal bermanfaat banget buat para wisatawan, dan bisa menjadi tujuan destinasi wisata edukasi bagi semua kalangan. Berminat mampir?

Image result for crop circle kedirigoogle.com

Btw, bicara soal Crop Circle, fenomena tersebut sebetulnya sudah muncul sejak awal tahun 1970-an, dimana lokasi Crop Circle selalu dikaitkan dengan adanya lokasi pendaratan pesawat UFO milik alien luar angkasa. Tapi seiring berjalannya waktu, Crop Circle menjadi salah satu teknologi pertanian yang diminati di belahan dunia terutama Indonesia. Teknologi ini dipercaya mampu meningkatkan pengetahuan para petani, dan juga meningkatkan minat wisatawan dunia.

Crop Circle pertama di Indonesia terletak di Berbah, Sleman dan Piyungan Bantul, Yogyakarta. Menariknya, Crop Circle ini yang identik dikaitkan dengan fenomena keberadaan UFO. Sampai-sampai banyak mahasiswa yang berdatangan untuk meneliti unsur dan sejarah terbentuknya lingkaran tersebut. Ada satu lingkaran besar yang ternyata lebarnya hanya 20 cm dan ini hanya satu rumpun padi yang rebah. Posisi lingkaran ini adalah setelah lingkaran paling luar yang lebarnya 1,5 meter. Lingkaran yang tergolong tipis ini merupakan lingkaran kedua (seakan sebuah “border” dengan dua lapis, yang satu tebalnya 150 cm dan satu lagi di sebelah dalamnya hanya 20 cm).

Image result for crop circle slemangoogle.com

Apa yang menarik dari lingkaran yang lebarnya hanya 20 cm ini? Ternyata yang rebah hanya satu rumpun saja dan tidak ada jejak kaki saat pertama kali ditemukan. Sampai saat inipun tidak ada jejak kaki karena lingkaran yang lebarnya hanya 20 cm ini tidak bisa dilewati. Jika melewatinya pasti akan merusak rumpun padi di sebelah-sebelahnya (kiri dan kanannya). So, bagaimana pun sejarah terbentuknya Crop Circle Selman, tapi yang pasti lokasi tersebut sudah menjadi spot destinasi yang wajib dikunjungi. Buruan mampir!

Poin Ekstra

Poin Ekstra

Dapatkan lebih banyak POIN dengan menjawab QUIZ

1
Daftarkan dan Aktifkan Keanggotaan Premium
2
Jawaban Benar Mendapat 20 POIN
3
Kumpulkan POIN Tukar dengan Barang


Di desa manakah Crop Circle berada?

BALANCE ANDA SAAT INI

100
Points
5000
Coins

POIN Ekstra: +20
Poin Ekstra

Dapatkan Gratis: 1 POIN untuk komentar pertama kamu!

1
Pastikan kamu sudah Login
2
Komentar di Facebook dan DISQUS masing-masing dapat : 1 POIN
3
Pastikan komentar kamu lebih dari 50 karakter





SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
POIN Ekstra : +1

!
Pastikan selalu men-share dalam mode PUBLIC, jika tidak team PLAYWORLD.ID berhak untuk mendiskualifikasi kemenangan kamu.