Cobain 5 Olahan Tape dari Berbagai Daerah di Indonesia
 

Cobain 5 Olahan Tape dari Berbagai Daerah di Indonesia

Poin Ekstra

Tapai adalah kudapan dari hasil fermentasi bahan pangan berkarbohidrat yang di campur dengan ragi. Ragi untuk fermentasi tapai terdiri dari campuran beberapa mikroorganisme, terutama fungi (kapang dan jamur), seperti Saccharomyces Cerevisiae, Rhizopus Oryzae, Endomycopsis Burtonii, Mucor Sp., Candida Utilis, Saccharomycopsis Fibuligera, dan Pediococcus Sp., tetapi tidak menutup kemungkinan jenis lain juga terlibat. Tapai hasil fermentasi dengan ragi yang didominasi S. cerevisiae umumnya berbentuk semi-cair, lunak, berasa manis keasaman, mengandung alkohol, dan memiliki tekstur lengket. Produksi tapai biasanya dilakukan oleh industri kecil dan menengah.

Tapai familiar dengan sebutan Tape, olahan tape udah punya versi masing-masing di berbagai daerah, bahkan ada sebuah wilayah yang identik sama olahan tapenya. Kalo di Jakarta, kebanyakan para pedagang menjual tape singkong, itu lho yang suka keliling menggunakan gerobak berwarna biru. Btw, kamu doyan gak sama camilan yang satu itu?

Nah, di bawah ini ada beragam olahan tape yang jadi khas dari masing-masing daerah

1. Tape Singkong dari Cikampek

google.com

Pas lewat daerah Cikampek, pasti langsung berjajar para pedagang oleh-oleh yang menjual tape singkong. Katanya sih, rasa tape singkong dari Cikampek beda sama yang ada di Jakarta, makanya camilan yang satu ini laris banget dibeli orang. Usut punya usut, omset pedagang tape singkong di sepanjang jalan raya Cikampek-Cirebon mencapai Rp 3 Juta per hari selama musim mudik Lebaran tahun ini. Musim mudik nampaknya merupakan waktu bagi para pedagang tape singkong atau "peuyeum" di sepanjang jalur jalan raya Cikampek-Cirebon untuk menangguk rejeki berlimpah.

2. Tape Ember dari Kuningan

google.com

Sebenernya tape ini berbahan dasar beras yang dikasih ragi dan dibalut daun jambu air, tapi gegara para pedagang mengemasnya kedalam ember ataupun rajutan bambu berbentuk ember, jadi deh tape ini disebut 'Tape Ember'. Btw, tape ember ini emang aseli dari Kota Kuningan, Jawa Barat. Ada dua jenis Tape Ketan Kuningan di berbagai sentra oleh-oleh sesuai kematangannya, yang matang dan yang belum atau matang beberapa hari lagi. Ada beberapa ciri untuk membedakan keduanya. Tape ketan merupakan beras ketan yang di fermentasi, sehingga umurnya hanya 10 hari di suhu ruangan dan 1 bulan di dalam kulkas.

3. Tape Dodol dari Garut

google.com

Kota Garut emang terekenal sama dodolnya yang khas, disana juga ada yang namanya dodol rasa tape. Bahkan dodol tersebut punya banyak peminat lho. Sekilas tentang Dodol Garut Makanan Khas dan Komoditas Dodol Garut merupakan makanan khas dari Kab.Garut, dan sebagai salah satu komoditi yang turut mengharumkan nama Garut di Indonesia bahkan sampai ke mancanegara. Komoditas ini telah berlangsung sejak tahun 1962 dengan pengolahan menggunakan proses serta cara pembuatan yang sederhana. Seiring dengan perjalanan waktu, Dodol Garut kini terus berkembang dan tetap menjadi salah satu kuliner khas dan juga komoditas Garut yang dibanggakan oleh Pemerintah Garut.

4. Tape Kulit Lumpia dari Bandung

google.com

Tape berbalut kulit lumpia yang di goreng ini persis banget sama piscok. Makanan yang satu ini ternyata asalnya dari kota Bandung lho. Jadi, kalo kamu melipir ke Bandung jangan mengabaikan tape lumpia-nya ya. Tape atau Peyeum Bandung paling enak dipanggang dengan sedikit taburan gula pasir, dibikin kolak dan tentunya digoreng dengan balutan kulit lumpia, agar terasa lebih spesial tambahkan keju chedar didalamnya.

5. Tape Gabin dari Samarinda

google.com

Meskipun tape gabin ini berasal dari kota Samarinda, tapi udah banyak warung-warung yang menjual camilan tersebut. Harganya berkisar Rp2 ribu rupiah, pernah coba gak? Perpaduan tape, kue kering, dan gula pasir putihnya maknyoes banget. Kue gabin awalnya berasal dari sebuah nama biskuit bermerek Gabin yang terkenal dan populer di wilayah Samarinda, Kalimantan Timur. Kue gabin isi tape juga kala itu menjadi salah satu oleh-oleh khas Samarinda yang wajib di bawa pulang saat melancong ke sana.

So, mana nih olahan tape yang udah pernah kalian cobain?

 

Poin Ekstra

Artikel ini dibuat oleh tim Playworld Indonesia

Melynda NA
08 Jul 2019

10 Poin Ekstra

  1. Pastikan sudah login
  2. Tulis komentar dengan minimal terdiri dari 50 kata
  3. Poin hanya diberikan 1 kali untuk 1 User per 1 Artikel
  4. Seluruh komentar dimoderasi oleh tim Playworld ID dan bisa dihapus dan akan mengurangi total POIN jika komentar mengandung konten SARA, atau tidak sesuai dengan artikel yang dibaca
  5. Hanya user dengan keanggotaan VIP yang bisa memberikan komentar.




SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
POIN Ekstra : +1

!
Pastikan selalu men-share dalam mode PUBLIC, jika tidak team PLAYWORLD.ID berhak untuk mendiskualifikasi kemenangan kamu.