Langit Pangandaran Penuh Dengan Layang-layang, Kenapa Yah?
 

Langit Pangandaran Penuh Dengan Layang-layang, Kenapa Yah?

Poin Ekstra

Pada hari Sabtu kemarin Langit Pangandaran begitu meriah, penyebabnya bukan lain adalah layang-layang peserta Internasional Kite Festival (PIKF) 2019 yang dinaikan dari Lapangan Katapang Doyong Pantai Timur Pangandaran.

Keseruan yang disajikan di acara PIKF cukup membuat sumringah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Orang nomor satu di Jawa Barat itu bahkan ikut menerbangkan layang-layang Wonderful Indonesia sekaligus menjadi penanda dibukanya festival tersebut.

“Ajang ini menjadikan Pangandaran wisata berkelas dunia. Pangandaran akan terus berkembang dengan adanya penataan kawasan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan SDM. Saya yakin event ini akan mempercepat perkembangan sektor Pariwisata Pangandaran,” terang Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dilansir dari Indonesiatravel.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin mengatakan ada sekitar 12 negara yang ikut ambil bagian dalam event tersebut. Mereka berasal dari Macau, Filipina, Thailand, India, Hungaria, Mongolia, Malaysia dan lain-lain. ”Masyarakat sekitar pun ikut memeriahkan festival ini, antusiasnya sangat luar biasa,”

Hasil gambar untuk PIKFmy pangandaran

Tidak mau ketinggalan puluhan komunitas layangan baik dari Jawa Barat ataupun luar pulau Jawa akan terlibat dalam festival terbesar di Pangandaran tersebut. Mereka datang ke sini ada yang grup maupun perorangan.

Serunya lagi, berbagai kebudayaan Pangandaran dipertunjukkan. Ada Tari Ronggeng Gunung, kuda lumping, dan seni Kentongan, semua dikemas dengan apik. Ini benar benar menampilkan suguhan yang menarik, sehingga tidak membuat acara ini terasa membosankan.

Frederique (58) dan Jean Pierre (70), dua pelayang asal Perancis mengaku senang mengikuti festival ini. Frederique menyebut cuaca dan angin di pantai  Pangandaran bagus untuk bermain layang-layang.

“Kami sedang melakukan tur di Asia. Ada delapan event selama tiga bulan ke depan. Di Pangandaran yang pertama,” ujarnya.

Ketua Perhimpunan Layang-layang Pangandaran (Perlap) Kokos Koswana mengatakan Lapang Katapang Doyong Pantai Timur Pangandaran dikenal sebagai lokasi terbaik bermain layang-layang di Indonesia.

“Lokasi kita ini diakui pelayang dari luar negeri, venue terbaik dengan angin yang bagus dan lokasi yang indah karena berada di pinggir pantai,” ujarnya.

Hasil gambar untuk PIKFtaufiqurokhman

Selain itu dia juga menjelaskan bahwa banyak pelayang yang senang diundang menghadiri festival layang-layang di Pangandaran. “Lewat festival ini hubungan baik bisa terjalin dengan para pelayang, tidak hanya dari dalam negeri, namun pelayang dari luar negeri. Biasanya saling mengundang jika ada event layang-layang di daerahnya, termasuk saya juga sering diundang ke luar negeri,”

Perhelatan festival layang-layang sudah digelar sejak tahun 1990-an, bahkan menjadi agenda rutin event pariwisata di daerah Pangandaran. Layang-layang sudah sangat akrab dan melekat di masyarakat, bahkan dulu sudah menjadi satu budaya masyarakat nelayan, ketika musim paceklik anak-anak dan orang tua banyak menghabiskan waktu bermain layang-layang, sekadar melepas kejenuhan.

Pada zaman tersebut layang-layang tradisional dulu dibuat dari daun parasit tumbuhan yang dikenal masyarakat Pangandaran dengan nama Kadaka. Biasanya, banyak ditemukan di hutan. Kemudian, berkembang dengan layang-layang yang terbuat dari bambu dan kertas.

Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung melayangkan ucapan selamat kepada Pangandaran. Acaranya dinilai sukses lantaran bisa membuat banyak orang bahagia.

“Saya ikut senang lantaran banyak yang senang dan bahagia. Peserta asing juga terhibur. Ini akan memberikan dampak yang sangat positif untuk dunia luar. Setelah acara ini pasti mereka akan mengenang Pangandaran dengan layang-layangnya dan kembali ke Pangandaran,” ujarnya.

Ketua Panitia Penyelenggara PIKF M Yusuf berharap kegiatan ini bisa menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan pendapatan daerah. “Event ini harus terus dipertahankan karena menarik bagi wisatawan, di samping mempertahankan tradisi,” ucapnya.

Poin Ekstra

Artikel ini dibuat oleh tim Playworld Indonesia

Kaira Wu
14 Jul 2019

2 Poin Ekstra

  1. Pastikan sudah login
  2. Tulis komentar dengan minimal terdiri dari 50 kata
  3. Poin hanya diberikan 1 kali untuk 1 User per 1 Artikel
  4. Seluruh komentar dimoderasi oleh tim Playworld ID dan bisa dihapus dan akan mengurangi total POIN jika komentar mengandung konten SARA, atau tidak sesuai dengan artikel yang dibaca
  5. Hanya user dengan keanggotaan VIP yang bisa memberikan komentar.




Extra POIN +2
Kamu mendapat tambahan POIN karena telah memberikan KOMENTAR
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
POIN Ekstra : +2

!
Pastikan selalu men-share dalam mode PUBLIC, jika tidak team PLAYWORLD.ID berhak untuk mendiskualifikasi kemenangan kamu.