[Press Release] Brigade 07 Rilis Lagu 'Waktu Tak Akan Menunggu' yang Penuh Makna
 

[Press Release] Brigade 07 Rilis Lagu 'Waktu Tak Akan Menunggu' yang Penuh Makna

Poin Ekstra

Musisi lokal terus menelurkan karya-karya terbaik untuk dinikmati oleh masyarakat. Seperti band/melodic pop punk asal Kota Malang, Brigade 07 (B07) yang baru merilis sebuah lagu berjudul "Waktu Tak Akan Menunggu" di bioskop Cinemaxx Lippo Plaza Batu pada 7 Juli 2019 lalu. Bukan cuma untuk dinikmati, lagu tersebut diciptakan sebagai tanda memperingati 'Sweet Seventeen'  17 tahun sudah B07 berkarya di belantika musik Tanah Air.

Dengan spirit forever young, BO7 menyanjikan sebuah aksi perform yang dikemas dengan konsep visual projection dalam video musik "Waktu Tak Akan Menunggu". Melalui konsep tersebut, B07 ingin menyampaikan sebuah pesan kalau waktu memang berjalan dengan cepat dan tidak menunggu. Dengan begitu kita harus bisa memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin, supaya tidak sia-sia. Bukan cuma sia-sia, apa yang ktia lakukan sekarang tentu berdampak baik atau buruk untuk kedepannya. Jadi, melalui lagu tersebut, B07 mau seluruh masyarakat Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan 'waktu'  yang mereka punya sebaik-baiknya. B07 memang tidak mau sembarangan dalam membuat sebuah karya, proyeksi gambar dan ilustri yang ditampilkan dalam video terlihat sangat baik, dengan tempo cepat berganti-ganti.

google.com

Karya spektakular ini tercipta dengan campur tangan seorang director video Tio Setiawan dan visual jockey Raka Pramasya. Pada peluncurannya waktu itu, B07 juga mengundang para penggemar setia mereka yang biasa disapa Heroseven untuk memenuhi satu studio Cinemaxx Lippo Plaza Batu. Para fans pun menunjukan antusias yang sangat tinggi menyambut lagu tersebut. Sepanjang acara berlangsung seluruh B07 berhasil menarik perhatian Heroseven. Mungkin rasanya Heroseven seakan tidak sabar menanti karya-karya selanjutnya dari sang idola.

Btw, karena B07 ini merupakan band indie, pastinya nama mereka sedikit asing di telinga kalian yang bukan pecinta musik. Tapi karya-karyanya terbilang cukup banyak, seperti Split album with Ninefold (2007), Free Your Souls 2 Yamaha Kompilasi (2008), Splak Blak! Mutha Karak SB!MK (2011), Brigade 07 (2014) dan No Regret (2017). Pada awal bulan Maret 2017 lalu, mereka baru saja meluncurkan album kedua 'No Regret' dalam sebuah acara bertajuk Launching & Press Confrence. Dalam album mereka yang satu ini, setiap lagu mengusung pola pikir dan tema cenderung positif. Lebih istimewa-nya lagi, terdapat dua musisi lintas generasi yang ikut berkolaborasi dalam penggarapannya, yaitu Aska dari Rocket Rocekrs dan gitaris gaek asal Malang, Totok Tewel.

Image result for brigade 07google.com

Rilisnya album No Regret ini juga menjadi bukti titik awal formasi baru mereka. Kini band tersebut beranggotakan Galib Babi (vokal/gitar), Kevin Onesiforus (Back Vokal/gitar), Candra Nugroho (drum), dan Hananael Nathalia (bass). Dalam penyebar luasan untuk album kedua milik Brigade 07, mereka bekerjasama dengan Twec Records untuk perilisannya. Sedangkan untuk pendistribusiannya Brigade 07 dan Twec Records bekerjasama dengan salah perusahaan rekaman Demajors, dirilis dalam format kepingan CD yang telah tersebar di beberapa titik kota. Nah, full album No Regret bisa kalian dengarkan di seluruh paltform musik digital seperti Joox, Spotify hingga iTunes.

Bicara soal band Indie, istilah indie diambil dari kata 'independent' yang berarti mereka merdeka, bebas, mandiri dan enggak bergantung terhadap orang lain. Banyak yang menganggap kalo indie itu sebuah genre musik, seperti halnya rock, jazz, atau sebagainya. Anggapan tersebut sayangnya salah besar. Indie sendiri bukanlah suatu genre musik, melainkan sebuah gerakan musik yang bebas dan mandiri, nggak bergantung sama sebuah label musik atau sebagainya. Band Indie cenderung menciptakan lagu sesuai dengan apa yang mereka sukai dan genre yang mereka inginkan. Enggak jarang kalo lagu-lagu yang mereka ciptakan kebanyakan sangat anti-mainstream dari lagu-lagu di pasaran. Band Indie sama sekali tidak melibatkan major label atau perusahaan rekaman ternama untuk mempopulerkan karya mereka.

Image result for brigade 07google.com

Di Indonesia sendiri, pengaruh indie belum terasa hingga pada pertengahan tahun 1990an. Tapi, sebelum mengenal istilah indie, masyarakat Indonesia lebih mengenal istilah underground. Berbeda dengan indie, musik underground cenderung keras. Pas Band merupakan band yang memulai tradisi merilis album secara Indie. Mereka pun sukses menjual album mereka sebanyak 5.000 kopi. Karena keberhasilan Pas Band, akhirnya banyak band metal dan rock yang mengikuti jejak mereka seperti B07 ini. So, kamu udah dengerin "Waktu Tak Akan Menunggu" belum? Kalo belum, yuk dengerin di bawah ini

 

Poin Ekstra

Artikel ini dibuat oleh tim Playworld Indonesia

Ran H
15 Jul 2019

20 Poin Ekstra
Dimanakah perilisan lagu tersebut berlangsung?

BALANCE ANDA SAAT INI

100
Points
5000
Coins
  1. Pastikan sudah login
  2. Tulis hanya bisa di jawab 1 kali per 1 user
  3. Hanya user dengan keanggotaan VIP yang bisa memberikan komentar.

POIN Ekstra: +20
2 Poin Ekstra

  1. Pastikan sudah login
  2. Tulis komentar dengan minimal terdiri dari 50 kata
  3. Poin hanya diberikan 1 kali untuk 1 User per 1 Artikel
  4. Seluruh komentar dimoderasi oleh tim Playworld ID dan bisa dihapus dan akan mengurangi total POIN jika komentar mengandung konten SARA, atau tidak sesuai dengan artikel yang dibaca
  5. Hanya user dengan keanggotaan VIP yang bisa memberikan komentar.




Extra POIN +2
Kamu mendapat tambahan POIN karena telah memberikan KOMENTAR
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
POIN Ekstra : +2

!
Pastikan selalu men-share dalam mode PUBLIC, jika tidak team PLAYWORLD.ID berhak untuk mendiskualifikasi kemenangan kamu.