Feast Grup Musik yang Membahas Politik, Sosial, dan Perubahan Iklim Lewat Lagu
 

Feast Grup Musik yang Membahas Politik, Sosial, dan Perubahan Iklim Lewat Lagu

Band Feast/ foto: thedisplay.net

Poin Ekstra

Feast merupakan sebuah band yang kini tengah digandrungi anak-anak muda Ibukota. Terbentuk di awal tahun 2013 ketika sama-sama berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, band beraliran Pop Rock ini mulai mencuat di tahun 2018 lewat mini album kedua mereka yang bertajuk “Beberapa Orang Memaafkan”.

Feast merupakan band asal Jakarta yang beranggotakan Baskara Putra, Adnan S.P, Dicky Renanda, Fikriawan, dan Adrianus Aristo Haryo. Setelah sebelumnya merilis “Multiverses” sebagai album perdana pada 2017, meraka melanjutkannya dengan sebuah mini album bertajuk “Beberapa Orang Memaafkan” pada 2018.

Lewat single andalan yang berjudul “Peradaban”, Feast mulai dikenal. Lagu mereka mulai diputar di banyak cafe-cafe di jakarta bahkan hingga masuk ke tempat karaoke keluarga.

Hasil gambar untuk feast peradabanFeast/ Foto: detik.net.id

Lewat album ini, Feast mencoba menyampaikan pesan tentang keresahan yang mereka alami sebagai anak muda terhadap banyak isu-isu yang hadir di masyarakat belakangan ini. Liriknya yang kuat dan penuh makna bertemakan politik, sosial, dan lingkungan menjadi suatu hal yang berbeda dari lagu-lagu kebanyakan.

Lihat saja bagaimana mereka menggambarkan fenomena masyarakat yang kecanduan media sosial lewat lagu “Dalam Hitungan”,  juga dalam “Tarian Penghancur Raya” yang menceritakan mengenai ketakutan mereka terhadap perubahan iklim, atau “Peradaban” yang mencoba untuk menyampaikan pesan bahwa saat ini tanah air sedang sakit dan semoga suatu saat akan sembuh.

Hasil gambar untuk feast peradabanFeast - Peradaban/ Foto: sndcdn.com

Dalam album berisi 6 lagu tersebut, Baskara, vokalis dan frontman band ini mengaku hanya membutuhkan dua hari untu menulis seluruh lirik keenam lagu tersebut.

Seluruh lagunya terinspirasi dari semua berita yang dia baca di media saat itu. Terutama berita tentang tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya pada 15 Mei 2019. Hal itulah yang mendasari lirik dalam album ini terasa baku.

Secara garis besar, menurut baskara, feast selalu menyuarakan kekecewaan dan kemarahan terhadap sistem atau negara.  Hal ini lah yang mendasari lagu-lagu Feast sempat dinyanyikan pada aksi demo yang dilakukan oleh para mahasiswa di depan gedung DPR, Senayan pada September lalu.

Bahkan sejumlah orang menganggap lagu “Peradaban” milik Feast telah menggantikan tempat lagu “Bongkar” milik Iwan Fals sebagai lagu perlawanan.

 

Poin Ekstra

Artikel ini dibuat oleh tim Playworld Indonesia

Yoriza Hadzirotul Amri
02 Dec 2019

20 Poin Ekstra
Dimanakah para personil Yori berkuliah?

BALANCE ANDA SAAT INI

100
Points
5000
Coins
  1. Pastikan sudah login
  2. Tulis hanya bisa di jawab 1 kali per 1 user
  3. Hanya user dengan keanggotaan VIP yang bisa memberikan komentar.

POIN Ekstra: +20
2 Poin Ekstra

  1. Pastikan sudah login
  2. Tulis komentar dengan minimal terdiri dari 50 kata
  3. Poin hanya diberikan 1 kali untuk 1 User per 1 Artikel
  4. Seluruh komentar dimoderasi oleh tim Playworld ID dan bisa dihapus dan akan mengurangi total POIN jika komentar mengandung konten SARA, atau tidak sesuai dengan artikel yang dibaca
  5. Hanya user dengan keanggotaan VIP yang bisa memberikan komentar.




Extra POIN +2
Kamu mendapat tambahan POIN karena telah memberikan KOMENTAR
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
SELAMAT!
Kamu Mendapatkan
POIN Ekstra : +2

!
Pastikan selalu men-share dalam mode PUBLIC, jika tidak team PLAYWORLD.ID berhak untuk mendiskualifikasi kemenangan kamu.